Tak hentinya kuucap syukur kepada Allah SWT. Yang selalu memberikan kemudahan dalam setiap kesulitan yang ku alami.
Kesabaran ku sedikit demi sedikit mulai terbayar. Walau belum sepenuhnya sempurna seperti apa yang kuimpikan. Mungkin belum. Belum saatnya.
Aku akan terus menanti dengan usaha dan doa. Setiap hari. Setiap saat. Setiap menit. Aku yakin,nasib akan berubah menjadi lebih baik. Aku percaya.
Pasti akan ada nasib baik dalam kehidupan yang malang. Akan ada sebercak cahaya walau dalam kegelapan. Akan ada celah untuk air dapat terus mengalir. Dan akan ada jalan di balik kemauan.
CONTENUTO DEL MIO CUORE
WELCOME
Minggu, 14 Desember 2014
Kamis, 11 Desember 2014
111214
Siapa yang harus kusalahkan karena aku mendapatkan kemalangan dalam hidupku.
Jadi inget drama the heirs. Cha eun sang si malang. Mendapatkan nasib baik berupa seorang pria tampan pewaris tahta yang sangat menyukainya.
aku suka sekali drama itu. Soundtrack sedihnya selalu membuatku ingin menangis. Sambil mengingat kemalanganku.
Langit-langit yang gelap,selalu membawa ku dalam kesedihan. Kehampaan. Aku merasa tidak mendapat keadilan. Aku menangis,mereka tertawa. Aku menahan,mereka membuang. aku berharap,mereka tidak puas.
Lalu semua ini salah siapa. Siapa yang harus kusalahkan.
Seperti tidak ada pundak untuk bersandar. Menyandarkan segala beban yang ada. Sampai pada akhirnya aku tak kuat lagi menahannya.
Lalu kutumpahkan pada sebuah tangisan.
Selamat malam.
Jadi inget drama the heirs. Cha eun sang si malang. Mendapatkan nasib baik berupa seorang pria tampan pewaris tahta yang sangat menyukainya.
aku suka sekali drama itu. Soundtrack sedihnya selalu membuatku ingin menangis. Sambil mengingat kemalanganku.
Langit-langit yang gelap,selalu membawa ku dalam kesedihan. Kehampaan. Aku merasa tidak mendapat keadilan. Aku menangis,mereka tertawa. Aku menahan,mereka membuang. aku berharap,mereka tidak puas.
Lalu semua ini salah siapa. Siapa yang harus kusalahkan.
Seperti tidak ada pundak untuk bersandar. Menyandarkan segala beban yang ada. Sampai pada akhirnya aku tak kuat lagi menahannya.
Lalu kutumpahkan pada sebuah tangisan.
Selamat malam.
Sabtu, 06 Desember 2014
071214
Sepi sekali malam ini. Malam kemarin. Dan mungkin malam malam berikutnya.
Hanya mendengarkan musik-musik sedih,soundtrack drama korea,dan apapun yang bisa buat malan ini nggak begitu sepi. Hmm....
Ingin sekali aku mendengarkan kisah seseorang. Siapapun. Aku ingin dia memceritakan sebuah kejujuran. Apakah dia akan baik baik saja,atau sedikit gemetaran....
Kalau ia sedikit takut,bisakah aku mengenggam tangannya. Kalau ia takut disepelekan,bisakahn aku memberikan sedikit harapan. Kalau tidak ada lagi yang ingin berteman dengannya apakah bisa aku menjadi sahabat nya.
Ceritakan saja.... Kejujuran itu. Aku tau dia lelah untuk terus berpura pura.
Dunia begitu sempit untuk bercerita. Satu sama lain saling menusuk. Mungkin itu yang Ia takutkan. Oh .... Bahkan aku sedang menceritakan diriku sendiri sekarang.
Kalau ia sedikit takut,bisakah aku mengenggam tangannya. Kalau ia takut disepelekan,bisakahn aku memberikan sedikit harapan. Kalau tidak ada lagi yang ingin berteman dengannya apakah bisa aku menjadi sahabat nya.
Ceritakan saja.... Kejujuran itu. Aku tau dia lelah untuk terus berpura pura.
Dunia begitu sempit untuk bercerita. Satu sama lain saling menusuk. Mungkin itu yang Ia takutkan. Oh .... Bahkan aku sedang menceritakan diriku sendiri sekarang.
Jumat, 05 Desember 2014
051214
Apa semua orang merasa bahagia?
Apa semua orang pernah menangis?
Apa hanya aku yang selalu menangis karena tidak merasa bahagia?
Kadang aku membenci malam,karena selalu mengingatkanku pada suatu kenangan.
Kutaruh sehelai tissue di samping bantal tidurku,untuk berjaga-jaga jika aku terbangun dari tidur ku hanya untuk menangis.
Bukan karena mimpi buruk. Tapi karena mimpi indah.
Aku menangis karena keindahan itu hanyalah mimpi.
Apa hanya aku yang sedang berharap pada malam ini....
Berharap ada perubahan yang indah ketika aku bangun dari tidurku.
Bertemu pangeran atau hanya sekedar merasakan kehangatan suatu keluarga yang tulus....
Selamat malam. Mimpi indah!
Apa semua orang pernah menangis?
Apa hanya aku yang selalu menangis karena tidak merasa bahagia?
Kadang aku membenci malam,karena selalu mengingatkanku pada suatu kenangan.
Kutaruh sehelai tissue di samping bantal tidurku,untuk berjaga-jaga jika aku terbangun dari tidur ku hanya untuk menangis.
Bukan karena mimpi buruk. Tapi karena mimpi indah.
Aku menangis karena keindahan itu hanyalah mimpi.
Apa hanya aku yang sedang berharap pada malam ini....
Berharap ada perubahan yang indah ketika aku bangun dari tidurku.
Bertemu pangeran atau hanya sekedar merasakan kehangatan suatu keluarga yang tulus....
Selamat malam. Mimpi indah!
Rabu, 15 Oktober 2014
161014
Akankah kita kuat ketika kita menerima suatu hal yang tidak kita harapkan.
Ketika yang kita harapkan mengalami penundaan yang entah sampai kapan datang penantiannya.
Menunggu harapan yang tak kunjung datang, dalam lantunan doa serta angan.
Asa yang hampir putus kian menggeliat di dalam pikiran.
Kadang merasa ingin menyerah tapi tak tau arah.
Aku terdiam dan kadang mengheningkan suatu lamunan, yang membawaku pada keinginan.
Banyak sekali keinginan yang belum kucapai dan aku tak mengerti bagaimana cara tuk menggapainya.
Bukan maksud tidak bersyukur, namun aku ingin hidup yang teratur.
Aku sendiri tidak mengerti apa maksudnya. Kadang hati dan pikiran kian bertarung dan berdebat memperebutkan gerakan serta tindakan.
Mengapa kita melihat manusia lain begitu sempurna seakan - akan tidak diliputinya segala masalah.
Bagaimana bisa semua kesdihan tertutupi oleh satu lengkungan manis dari bibir - bibir manusia.
Dalam malam yang bisu,serta dzikir yang terus ku sebut, aku berharap akan datang suatu penantian yang selama ini belum jua datang.
Ketika yang kita harapkan mengalami penundaan yang entah sampai kapan datang penantiannya.
Menunggu harapan yang tak kunjung datang, dalam lantunan doa serta angan.
Asa yang hampir putus kian menggeliat di dalam pikiran.
Kadang merasa ingin menyerah tapi tak tau arah.
Aku terdiam dan kadang mengheningkan suatu lamunan, yang membawaku pada keinginan.
Banyak sekali keinginan yang belum kucapai dan aku tak mengerti bagaimana cara tuk menggapainya.
Bukan maksud tidak bersyukur, namun aku ingin hidup yang teratur.
Aku sendiri tidak mengerti apa maksudnya. Kadang hati dan pikiran kian bertarung dan berdebat memperebutkan gerakan serta tindakan.
Mengapa kita melihat manusia lain begitu sempurna seakan - akan tidak diliputinya segala masalah.
Bagaimana bisa semua kesdihan tertutupi oleh satu lengkungan manis dari bibir - bibir manusia.
Dalam malam yang bisu,serta dzikir yang terus ku sebut, aku berharap akan datang suatu penantian yang selama ini belum jua datang.
Rabu, 24 September 2014
Hilang
Embun tiap pagi yang selalu kulihat,kini tak pernah lagi kujumpa. Kadang aku rindu. Sesekali ku tengok gerbang rumahku,melihat apakah ada seseorang yang sudah menunggu....
Tak ingin kulari,tapi tak lebih ingin ku berdiam diri.
Sendiri di balik tirai bersama dinginnya cuaca pagi.
Aku yang kini sedang berkelahi pada diri sendiri,yang tak tau lagi kemana harus bercurah hati.
Sepi.
Seperti cicak yang melepaskan ekornya,aku tetap masih bisa hidup.
Berdiri dibalik bayang-bayang dan sosok laki-laki yang mungkin tak kan pernah ku jumpai lagi.
Entah kemana dia pergi. Meninggalkan memori dan hati yang tersakiti.
Atau mungkin dia sedang menari-nari,bercanda ria dengan sang kekasih hati.
Sesekali kulihat wajah nya lewat lembaran lukisan yang pernah kita lalui.
Kadang aku tersenyum,kadang juga aku tertawa. Tidak sedih,namun hati menangis.
Aku ingat saat ia memegang jari jemariku erat. Dan dia bilang bahwa itu adalah tangan wanita yang sangat ia kagumi.
Aku menghelas nafas.
Embun itu sudah tiada.
Seseorang sudah tidak menunggumu di balik pintu.
Kini yang dikaguminya sudah beralih menjadi benci.
Entah apa salahnya.
Sampai embun bisa menyakiti hati. Dalam sekali.
Bagai kertas putih yang sudah ternodai. Itulah kepercayaan yang memang sulit untuk digenggam kembali,ketika sudah ada yang mengkhianati.
Mengapa ada cinta bila pada akhirnya harus ada yang tersakiti.
Mengapa cinta diciptakan bila pada akhirnya akan memudar secara perlahan.
Aku kembali menghela nafas. Menutup tirai,dan melanjutkan tidur agar aku dapat bertemu denganmu dalam bunga tidurku....
Kamis, 28 November 2013
Fragile
Siang berganti malam
Malam kembali terang
Dalam kelabu,aku terus mengingat masa lalu
Suram...
Tak pernah ku sangka aku dapat melewatinya
Dalam sadar,batinku seakan berontak
Mencari arah dan jalan untuk keluar dari ranjau yang membuatku terisak
Kelam...
Tuhan
Apa ini memang sudah menjadi takdir dan jalan hidupku
Kehilangan dan terus kehilangan orang yang berarti
Secepat malam berganti siang
Kini,mungkin hanya waktu yang dapat menggulirkan keadaan
Suka duka yang berputar
Kadang indah kadang biru
Sebiru perasaanku yang tak kunjung mencerah
Ayu Gusti Santoso
Malam kembali terang
Dalam kelabu,aku terus mengingat masa lalu
Suram...
Tak pernah ku sangka aku dapat melewatinya
Dalam sadar,batinku seakan berontak
Mencari arah dan jalan untuk keluar dari ranjau yang membuatku terisak
Kelam...
Tuhan
Apa ini memang sudah menjadi takdir dan jalan hidupku
Kehilangan dan terus kehilangan orang yang berarti
Secepat malam berganti siang
Kini,mungkin hanya waktu yang dapat menggulirkan keadaan
Suka duka yang berputar
Kadang indah kadang biru
Sebiru perasaanku yang tak kunjung mencerah
Ayu Gusti Santoso
Langganan:
Postingan (Atom)